Hujan deras yang mengguyur beberapa hari terakhir bukan hanya menghambat aktivitas, tapi juga bisa menjadi “musuh dalam selimut” bagi kendaraan kesayangan Kamu. Air hujan mengandung zat asam yang korosif, sementara genangan banjir menyimpan kotoran yang bisa merusak komponen vital mobil.
Jangan tunggu sampai mogok atau muncul karat!

Berikut Ini Tips Jitu Merawat Mobil
1. Segera Cuci Mobil Setelah Terkena Hujan
Banyak orang berpikir hujan adalah “cuci gratis”. Padahal, air hujan mengandung kadar asam tinggi yang bisa merusak lapisan clear coat cat mobil.
- Tips: Jika tidak sempat mencuci dengan sabun, minimal bilas seluruh bodi mobil dengan air bersih untuk melunturkan sisa air hujan dan pasir yang menempel.
2. Perhatikan Bagian Kolong (Underbody)
Bagian kolong adalah area yang paling rentan terhadap karat karena sering terkena genangan air dan lumpur.
- Trik: Gunakan semprotan air bertekanan tinggi untuk membersihkan sela-sela mesin dan kaki-kaki. Jika memungkinkan, aplikasikan lapisan anti-karat tambahan untuk perlindungan jangka panjang.
3. Cek Kondisi Wiper dan Kaca
Pandangan yang terhambat saat hujan deras sangat berbahaya. Pastikan wiper Anda tidak keras atau retak.
- Tips: Bersihkan kaca depan dengan cairan khusus agar air hujan langsung luruh (efek daun talas). Ini akan sangat membantu visibilitas Anda saat berkendara di bawah guyuran hujan lebat.
4. Jangan Abaikan Kebersihan Interior dan Karpet
Lantai mobil yang lembap karena alas kaki basah bisa menimbulkan bau tidak sedap dan tumbuhnya jamur.
- Trik: Gunakan karpet karet tambahan yang mudah dibersihkan. Jika interior sudah telanjur lembap, letakkan silica gel atau serap air di bawah jok untuk menjaga kabin tetap kering.
5. Periksa Komponen Kelistrikan & Filter Udara
Jika Anda sempat menerjang genangan air yang agak tinggi, segera cek filter udara.
- Peringatan: Jika filter udara basah, air bisa terhisap ke ruang bakar (water hammer) yang mengakibatkan kerusakan mesin total. Pastikan juga kabel-kabel busi dalam keadaan kering dan tidak ada soket yang longgar.
6. Rawat Sistem Pengereman
Setelah melewati banjir, rem biasanya menjadi kurang pakem karena basah.
- Trik: Lakukan “pemanasan” rem dengan cara menginjak pedal rem berulang kali secara perlahan saat mobil berjalan pelan hingga rem terasa kembali menggigit.
7. Cek Tekanan Ban
Jalanan basah sangat licin. Pastikan tekanan angin ban sesuai standar pabrikan agar traksi (daya cengkeram) ban terhadap aspal tetap optimal dan menghindari aquaplaning.
Kesimpulan
Merawat mobil di musim hujan memang butuh usaha ekstra, namun ini jauh lebih murah daripada harus memperbaiki kerusakan mesin akibat banjir atau mengecat ulang bodi karena karat. Lakukan langkah-langkah di atas secara rutin agar mobil Anda selalu siap tempur dalam cuaca apa pun.
Ingat: Jangan pernah memaksa menyalakan mesin jika mobil Anda sempat terendam banjir hingga mencapai ketinggian mesin. Segera hubungi teknisi profesional.





