Abu Vulkanik Kena Mobil? Ini Cara Membersihkannya

Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian setelah sebaran abu vulkaniknya terpantau di sejumlah wilayah. Berdasarkan pemantauan BMKG pada 7 September 2026, abu vulkanik teramati menyebar ke sebagian wilayah Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu.
Badan Geologi juga masih menetapkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga dan mengingatkan masyarakat yang terdampak abu vulkanik untuk meningkatkan kewaspadaan.
Buat pemilik mobil di wilayah terdampak, abu vulkanik bukan sekadar membuat kendaraan terlihat kotor. Cara membersihkannya juga perlu diperhatikan.
Kenapa Abu Vulkanik Bisa Berbahaya untuk Mobil?
Abu vulkanik memiliki partikel yang bersifat abrasif. Ketika abu yang menempel pada bodi langsung digosok menggunakan kain atau alat pembersih, partikelnya dapat bergesekan dengan permukaan cat dan menyebabkan goresan.
Risikonya tidak hanya pada cat. Abu juga dapat menggores kaca jika wiper digunakan ketika masih terdapat abu di permukaannya. Selain itu, paparan abu dalam jumlah banyak dapat masuk ke berbagai bagian kendaraan dan memengaruhi komponen tertentu.
Jangan Langsung Lap Mobil yang Penuh Abu

Ini bagian yang paling penting. Ketika melihat bodi mobil tertutup abu vulkanik, hindari langsung menggunakan kain kering, kemoceng, atau sikat untuk membersihkannya. Cara tersebut berpotensi menggesek partikel abu ke permukaan kendaraan dan menimbulkan baret halus.
Untuk kaca depan, jangan langsung menyalakan wiper ketika masih terdapat abu karena dapat menyebabkan permukaan kaca tergores.
Cara Membersihkan Abu Vulkanik dari Mobil
1. Singkirkan Abu Tanpa Menggosok
Usahakan abu tidak digosok ke permukaan kendaraan. Bila abu masih cukup tebal, hindari tindakan yang membuat partikelnya semakin menempel atau berpindah ke permukaan lain.
2. Bilas dengan Air
Gunakan air untuk membantu mengangkat abu dari bodi dan kaca kendaraan. Setelah sebagian besar abu terbilas, barulah lanjutkan ke proses pencucian. USGS juga merekomendasikan penggunaan air untuk membantu membersihkan abu dari kendaraan.
3. Cuci Mobil dengan Lembut
Setelah abu terangkat, lakukan pencucian secara menyeluruh menggunakan metode yang aman untuk permukaan cat. Hindari menggosok kendaraan terlalu keras.
4. Bersihkan Kaca dan Wiper
Pastikan kaca dan wiper bersih sebelum digunakan kembali. Abu yang tertinggal di antara wiper dan kaca dapat menyebabkan goresan saat wiper bergerak.
5. Periksa Bagian Lain Kendaraan
Jika mobil terkena abu dalam jumlah banyak, jangan hanya fokus pada bodi. Area seperti ruang mesin, radiator, filter udara, rem, dan bagian kendaraan lainnya juga perlu diperhatikan. Abu vulkanik dapat masuk ke berbagai celah dan mengganggu komponen kendaraan jika menumpuk.
Bagaimana Kalau Mobil Sudah Terlanjur Digosok?
Kalau abu sudah terlanjur digosok saat kondisi kering, periksa permukaan cat setelah kendaraan dibersihkan. Bila terlihat swirl mark atau goresan halus, sebaiknya hindari menggosoknya berulang kali sebelum kondisi permukaannya diperiksa.
Untuk kendaraan yang terkena abu cukup tebal, pembersihan menyeluruh di tempat detailing juga dapat menjadi pilihan agar bagian eksterior dan area kendaraan lainnya dapat diperiksa dengan lebih teliti.
Abu vulkanik mobil perlu dibersihkan dengan cara yang tepat. Jangan langsung mengelap atau menyikat abu dalam kondisi kering karena partikelnya dapat menggores cat dan kaca.
Prioritaskan membilas kendaraan dengan air, kemudian lakukan pencucian secara hati-hati. Untuk kendaraan yang terkena abu cukup berat, pemeriksaan lebih menyeluruh juga penting agar bagian lain tidak luput dari perhatian.
Mobil kamu terkena abu vulkanik? Jangan tunggu sampai muncul goresan. Segera reservasi perawatan di outlet Scuto terdekat dan konsultasikan kondisi kendaraanmu.
