Hati-hati! Mobil Bekas Banjir Sering Dipoles Jadi Baru

Membeli mobil bekas seringkali menjadi pilihan cerdas untuk mendapatkan kendaraan impian dengan harga miring. Namun, Anda harus ekstra waspada. Di balik tampilannya yang mengkilap dan bau kabin yang wangi, ada risiko besar yang mengintai, yaitu mobil bekas terendam banjir.

Para penjual nakal memiliki seribu satu cara untuk memoles mobil “korban air” hingga terlihat seperti baru keluar dari showroom. Jika tidak teliti, Anda bisa berakhir dengan mobil yang memiliki masalah kelistrikan kronis dan karat tersembunyi.

Mengapa Mobil Bekas Banjir Berbahaya?

Jangan terkecoh dengan eksterior yang mulus. Masalah utama mobil bekas banjir biasanya terletak pada bagian yang tidak terlihat:

  1. Kerusakan Elektrikal: Sensor, ECU, dan sistem kabel sangat sensitif terhadap air. Kerusakan ini sering kali tidak muncul seketika, tapi perlahan membuat mobil mogok mendadak.
  2. Karat Tersembunyi: Air banjir (terutama air asin atau air kotor) memicu korosi di sasis dan celah sempit yang sulit dibersihkan.
  3. Bau Tak Sedap yang Membandel: Meski sudah dicuci detailing, aroma apek khas lumpur seringkali kembali muncul saat cuaca panas.

Ciri-Ciri Mobil Bekas Banjir yang Perlu Anda Waspadai

Berikut adalah checklist wajib saat Anda melakukan inspeksi unit:

1. Aroma Kabin yang Mencurigakan

Waspadalah jika kabin mobil tercium bau apek yang sangat kuat. Sebaliknya, curigalah jika bau parfum mobil terlalu menyengat. Seringkali penjual menggunakan parfum ekstra kuat untuk menutupi bau lumpur yang tidak hilang sepenuhnya.

2. Cek Kolong Dasbor dan Sela-Sela Kecil

Ini adalah area yang paling jarang dibersihkan secara detail. Ambil senter dan cek bagian:

  • Baut-baut di bawah jok (apakah ada karat?).
  • Kabel-kabel di balik dasbor (apakah ada bekas lumpur kering?).
  • Bagian dalam sabuk pengaman (tarik sampai habis, lihat apakah ada noda air atau perubahan warna).

3. Endapan Pasir di Tempat Tersembunyi

Lumpur banjir meninggalkan sedimen halus. Periksa sudut-sudut mesin, sela-sela karet pintu, hingga di balik karpet dasar. Jika Anda menemukan pasir atau tanah di area yang seharusnya tertutup rapat, itu adalah “red flag” besar.

4. Suara Mesin dan Fungsi Kelistrikan

Coba nyalakan semua fitur elektrik: lampu sein, power window, AC, hingga sistem audio. Pastikan tidak ada suara kasar pada mesin. Mobil yang pernah terendam air biasanya memiliki suara mesin yang lebih “berat” atau suara kipas yang tidak wajar.

Tips Agar Tidak Tertipu

  • Bawa Inspektur Kepercayaan: Jika Anda bukan ahli otomotif, jasa inspeksi mobil bekas adalah investasi yang sangat layak.
  • Cek Riwayat Servis: Mobil yang dirawat di bengkel resmi biasanya memiliki catatan jika pernah terkena klaim asuransi banjir.
  • Cek STNK dan Alamat Pemilik: Perhatikan apakah alamat pemilik sebelumnya berada di area rawan banjir atau daerah yang baru saja terkena bencana besar.
  • Golden Rule: Jika harganya terlalu murah (jauh di bawah harga pasar), Anda patut curiga.

Memoles mobil bekas banjir agar terlihat baru adalah hal yang mudah bagi pedagang yang tidak jujur, tetapi memperbaiki dampak jangka panjang dari air adalah hal yang hampir mustahil dilakukan secara sempurna. Selalu prioritaskan ketelitian daripada tergiur harga murah.

Tanya Siska